Rabu, 19 Juni 2013

Dikotomi atau Reformasi

Bisakah Anda memilih salah satu antara Makan dan Minum ?
atau Silahkan Pilih, mau Pakai Celana atau Baju ?
   Sepintas ini adalah pertanyaan konyol, tapi silahkan tengok kembali dan baca dengan seksama.
mungkin anda pernah mengalaminya atau anda sedang menghadapai situasi ini sekarang.
tidak ada yang mutlak bisa menjawab pertanyaan diatas kecuali akan memilih kedua-duanya.
makanan dan minuman adalah satu kesatuan yang saling melengkapi, begitu pula baju dan celana adalah bagian dari pakaian yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
   Mari kita lihat lebih dalam lagi, manusia dalam hidupnya selalu memiliki status ganda, saat usia SD selain anda menjadi anak dari Ayah-Ibu juga sebagai Siswa yang harus taat pada Guru, bahkan anda juga sebagai kawan dari anak-anak seusia anda.
Coba bayangkan bila harus memilih Satu saja dari tiga status diatas, mana yang akan anda pilih? jadi Anak, Jadi Siswa atau Bermain saja dengan teman sebaya anda?
Saya yakin tidak ada yang mau hidup selamanya sebagai Siswa SD, hidup siang-malam hanya di Sekolah tanpa bertemu orang tua dan tanpa ada waktu bermain.
   Kalo manusia Seusia SD saja tidak mau ada Dikotomi dalam Hidupnya, bagaimana dengan yang Usia SMP ? SMA ? bahkan Mahasiswa.
Fitrah Kehidupan ini memang tidak mengenal Dikotomi, kecuali Dikotomi antara Kebenaran dan Kemungkaran.
Begitu pula Agama dan Politik, Agama dan Kehidupan Sosial, Agama dan Ekonomi, Agama dan Pemerintahan dan sebagainya. Tidak ada Dikotomi dan orang yang berusaha menyekat antara Agama dan Kehidupan perlu diluruskan.

   Runtuhnya Rezim Orde Baru juga karena Dikotomi yang berlebihan antara Dunia pendidikan dan Dunia pemerintahan, Dimana saat itu Mahasiswa dibatasi ruang geraknya, terlalu banyak kata “JANGAN” untuk Mahasiswa saat itu. Akhirnya kata jangan itu berubah menjadi “REFORMASI”. Fitrah manusia selalu begitu dimanapun dan sampai kapanpun.
   Akhir-akhir ini mulai muncul bibit-bibit Dikotomi itu pada berbagai elemen Masyarakat, Mahasiswa misalnya, dilarang mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan Politik secara langsung dengan Alasan Fokus Mahasiswa adalah bekerja, ini bentuk kediktatoran yang pasti diperangi oleh Manusia yang menghendaki kebebasan dalam Hidupnya.
   Dan sejarah telah membuktikan Kediktatoran selalu musnah dengan mengenaskan dan memalukan, ini merupakan janji Allah yang akan menghinakan pemimpin yang dzolim di akhir hayatnya, karna yang punya kekuatan untuk menjadi Diktator selalu Pemimpin.

kata JANGAN bagi kebenaran akan berubah menjadi kata REFORMASI.
Hidup Mahasiswa! (Malang,19-06-13 : Achmad Muhlis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar