Selasa, 25 Juni 2013

Dulu namanya kudengar, Kini Kuyakin Dia bagian dari Hidupku,…


           
            Dulu aku pernah mendengar kata Palestina, kupikir tidak ada bedanya dengan kata Belanda yang lebih dulu aku dengar, itulah aku saat di bangku sekolah dasar.
Aku makin banyak mendengar kata yang serupa dengan kata Palestina dan belanda, ada Amerika, jepang, china, mesir, turki, brazil, italia, spanyol dan banyak lagi lainnya. Aku tahu kata tersebut dari media antara lain saat moment piala dunia 2006 waktu itu jagoanku kalah yaitu brazil.

Hmm pada saat itu aku tahu kata diatas adalah nama Negara lengkap dengan benuanya dan rasnya, aku tahu mana Negara arab dan mana Negara barat, aku juga tahu kalo Negaraku adalah Negara timur, itulah aku saat di bangku sekolah menengah pertama, saat itu aku tinggal di pondok pesantren yang kurang akses dari dunia luar tapi kaya dengan ilmu filsafat dan dasar kehidupan.

            Aku bagai pemain sinetron kehidupan, peranku sebagai santri pondok pesantren yang tak banyak kenal dengan dunia luar diganti oleh prodoser-ku Allah Swt., aku ijin pada Kiyai-ku untuk meninggalkan pesantren. Tentu bukan hal yang mudah mendapat ijin beliau, beruntung Pak De-ku salah satu Ustadz senior di Pesantrenku yang akhirnya dengan penjelasan Pak De aku mendapat ijin untuk Sekolah di luar pesantren yaitu SMA Negeri satu-satunya di Kotaku, so pasti namanya SMAN 1.

Meninggalkan Pesantren bukan hal yang mudah bagiku, karena disana aku cukup berprestasi dan aku bangga dengan prestasi yang kuraih waktu itu. Namun kebanggaan itu justru yang membuat hati kecilku berdoa agar kelak ditakdirkan untuk keluar dari pesantran menuju tempat lainnya, dan Allah mengabulkan semua doaku.

Itulah aku saat usia sekolah menengah atas, aku tahu bahwa setiap Negara memiliki karakter dan sejarah yang berbeda, makin jelas perbedaan antara Negara Arab, Barat dan Timur. Akupun tahu bahwa Negara timur hanya dianggap Negara lemah oleh Negara barat yang menurutnya pantas untuk dijajah dan diambil kekayaannya, ini ternyata yang membuat para pahlawan berhasil menumbuhkan semangat Nasionalisme untuk bersama-sama melawan KP alias Kaum Penjajah.

Saat mengikuti moment peringatan  hari pahlawan yang diadakan oleh ekstra kurikuler Pramuka aku makin sadar bahwa kemerdekaan Indonesia bukan hal yang instan, bahwa kemerdekaan merupakan harapan semua orang dan semua bangsa.

Suatu hari di Asrama tempat aku tinggal, pengurus asrama mendatangkan seorang Pembina yang belakangan ini kutahu dia adalah seorang ketua Pusat Komunikasi Nasional (Puskomnas) Forum silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FS-LDK) yang saat itu beliau sebagai Mahasiswa Unair, Bang Dhani Setiawan namanya. Saat bertemu dengan teman-teman dia suka memotivasi kami dengan berbagai cerita, tentang arti perjuangan hidup, tentang dunia kampus, tentang indahnya jadi mahasiswa, hingga tentang dunia internasional dan tentang negeri yang masih terjajah yaitu Palestina. Ustadz yang mengajar di Asrama juga sering menyinggung perihal Palestina dan Negara Islam lainnya.

Dalam segal keterbatasanku dan sempitnya peluang menurut pandangan Manusia, Allah menakdirkan aku kuliah di kampus negeri di kota malang. Dengan sedikitnya kemampuan dan minimnya kapasitas diri aku menjajaki berbagai unit kegiatan di kampus, tidak kurang dari 4 unit intern kampus dan 1 unit kegiatan ekternal kampus sekaligus, dan Allah menakdirkan aku menjadi ketua umum LDK, yaitu salah satu unit kegiatan mahasiswa yang akhirnya menjadi pilihan hidupku di kampus.

Tidak cukup samapi disitu, Allah masih memanjakanku dengan menakdirkan aku duduk sebagai pengurus puskomda FS-LDK unk daerah Malang raya, yaitu di Komisi A yang menangani tentang Isu dan Media, didaamnya mencakup Dunia Islam dan Palestina merupakan objek yang menjadi prioritas untuk diberitakan, di update dan dikaji problematikanya.

Sebenarnya kajian tentang Palestina merupakan hal yang sudah berulang kali aku ikuti, sering kali aku juga ikuti penggalangan Dana untuk Palestina hingga Aksi untuk menyatakan Dukungan terhadap Perjuangan Rakyat Palestina dan Aksi Penolakan Aktivitas Zionis yaitu pengusiran rakyat Palestina dari tanah kelahirannya oleh Penjajah Israel. Hingga kemaren pada tanggal 20-24 juni 2013 aku ditugaskan untuk menjadi delegasi Puskomda FSLDK Malang raya untuk mengikuti kegiatan yang diadakan oleh KNRP(Komite Nasional untuk Rakyat Palestina) yang diselenggarankan di DKI Jakarta.

            Acara yang berlangsung empat hari itu dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari seluruh pelosok Nusantara dari Sabang sampai merauke, pembicara didatangkan dari berbagai kalangan yang merupakan praktisi pejuang untuk Palestina, seluruh pembicara pernah menginjakkan kaki di Palestina dan melihat langsung kondisi umat disana. Meskipun acaranya membahas problematika yang sangat serius namun acaranya sangat menyenangkan karena dipandu oleh Fasilitastor yang ramah dan bersahabat, apalagi malam terakhir dihibur oleh Group Nasyid Izzatul Islam, keren pokoknya acaranya dan yang lebih keren lagi manfaat dari acara tersebut membuat aku yakin bahwa Palestina merupakan bagian hidupku dan bagian hidup semua umat Islam, dan aku dengan bangga menyatakan bahwa “Palestine tomorrow will be free” , Freedom and Liberty for Palestine…!!!

Ini cerita -Aku dan Palestina-, bagaimana ceritamu???

(Achmad Muhlis, Malang-16 Sya’ban 1434 H / 25 juni 2013 M)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar